Menurut perkiraan data nasional
tahun 2009, lebih dari 186 ribu orang terinfeksi HIV di Indonesia.
Menurut perhitungan secara matematis terhadap epidemik HIV di Indonesia,
Kementerian Kesehatan memprediksikan bahwa jika tidak ada percepatan
dalam upaya pencegahan, maka sekitar 541.700 orang Indonesia akan
terkena HIV positif pada dua tahun mendatang.
Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH mengatakan, anak muda berusia 15-29 tahun adalah kelompok paling rentan terkena HIV.
Lebih lanjut Dr. Nafsiah menjelaskan bahwa terjadi perubahan penyebab HIV/AIDS di tanah air. Jika di tahun 2006, AIDS disebabkan oleh pemakaian narkoba suntik, tahun 2011 justru menunjukkan penyebaran AIDS di tanah air disebabkan oleh seks bebas.
"Sekitar 5-6 juta laki-laki Indonesia berisiko HIV karena perilakunya, seperti seks bebas, narkoba, homoseksual dan sebagainya. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,1 juta laki-laki berisiko HIV karena yang membeli seks bebas dan menularkan ke istrinya. Bahkan angka ini naik menjadi tujuh kali lipat, dari awalnya 0,1 persen menjadi 0,7 persen," ungkap Dr. Nafsiah dalam sebuah seminar di Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia, Salemba, Jakarta (21/5).
"Tak hanya itu, 66 juta orang melakukan mobilitas setiap tahunnya untuk keperluan migrasi, perdagangan dan sebagainya. Efek sampingnya dari mobilitas ini adalah penyebaran HIV/AIDS," paparnya.
Meskipun kebanyakan pria melakukan seks bebas, penderita AIDS terbanyak di Indonesia justru para ibu rumah tangga. Nafsiah menambahkan bahwa penderita AIDS di kalangan perempuan penjual seks justru lebih rendah dibandingkan ibu rumah tangga, yaitu hanya sekitar 1 juta.
"Banyak wanita menikah yang tidak tahu jika suaminya positif HIV. 2 juta perempuan berisiko HIV hanya karena pernikahan. Menunda pernikahan juga akan menimbulkan masalah lain, seperti hubungan seks pra nikah," jelasnya.
Dr. Nafis Sadik, penasehat PBB mengenai HIV/AIDS untuk Asia Pasifik menuturkan bahwa tindakan pencegahan HIV di Indonesia masih sangat rendah terhadap penularan HIV dari ibu ke anaknya, yaitu hanya 5 persen ibu hamil dengan HIV positif menerima perawatan yang diperlukan guna mencegah bayinya terkena HIV.
"Kasus HIV di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh perilaku pria yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya banyak wanita dan anak yang terinfeksi," ungkap Dr. Nafis.
No comments:
Post a Comment