Seorang
tim penyelamat mengevakuasi jenazah seorang pramugari dari pesawat
Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, dekat Bogor, Jawa Barat,
Selasa (15/5). REUTERS/Jefri Tarigan
Proses identifikasi terhadap korban pesawat Sukhoi Superjet-100 melibatkan banyak ahli. Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Kedokteran Universitas Indonesia, Juli Budiningsih, mengatakan tim identifikasi ini tergabung dalam Disaster Victim Identification Indonesia (DVI).
"Mereka ada tim forensik, Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), dokter gigi, dan ahli antropologi," ucap Juli di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya, Rabu 16 Mei 2012. Banyaknya tim ahli yang dilibatkan, kata Juli, tak lepas dari kondisi jenazah korban yang tidak dalam keadaan utuh.
Menurut Juli, kebanyakan anggota tim berasal dari perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran. Tim DVI ini, kata Juli, bekerja dalam dua waktu (shift), yaitu pagi hingga siang dan siang hingga sore. "Dari FKUI ada enam orang yang membantu," ucap Juli.
Juli menjelaskan tim forensik antropologi bertugas mengidentifikasi kondisi jenazah dari aspek usia, jenis kelamin, dan ras. Sedangkantim dokter gigi dan Inafis membantu proses identifikasi gigi dan sidik jari. "Kalau tim forensik mengidentifikasi semua aspek, hingga hal detail," ucap Juli.
Di sisi lain, proses evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak Bogor, Jawa Barat, telah mencapai sekitar 80 persen. Pihak Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramat Jati hingga saat ini baru berhasil mengidentifikasi satu jasad korban. Jasad tersebut berjenis kelamin pria dan berkewarganegaraan Indonesia.
Juli mengatakan ditemukan organ tubuh yang berbeda dalam satu kantong jenazah membuat proses identifikasi jenazah memakan waktu panjang. Selain itu, kondisi tubuh jenazah yang sudah lama menjadi faktor lain lamanya proses identifikasi.
No comments:
Post a Comment